Koruptor Musuh Rakyat

Saatnya Berantas Para Pejabat2 Yang Bermental Korup. Perilaku Mereka Tak Akan Pernah Berubah Tindakan meeka sudah Sangat Keterlaluan Merajalela, Meraup Serta Mengkorupsi Uang Negara, Bahkan Sudah Menggurita 2014

Jumat, 08 Maret 2013

PENDIDIKAN DI INDONESIA MENEMPATI PERINGKAT TERENDAH DI DUNIA



DI AMERIKA SERIKAT , BUKU-BUKU PELAJARAN KINI MULAI DIGANTIKAN DENGAN MENGGUNAKAN TABLET, SEMENTARA ITU SISTEM PENDIDIKAN INDONESIA MENEMPATI PERINGKAT TERENDAH DI DUNIA..


Banyak sekolah di Amerika Serikat, mulai dari tingkat taman kanak-kanak (TK) hingga SMA, mengganti buku pelajaran dengan PC tablet. Selamat tinggal tas sekolah yang berat, karena buku-buku pelajaran kini telah bertransformasi menjadi tablet. Inilah yang kini terjadi di AS.
Dilaporkan VOA, para penerbit memperbarui buku-buku pelajaran hampir secara langsung dengan peristiwa atau riset terkini. Semakin banyak sekolah di AS menggunakan tablet sebagai cara mempertahankan ketertarikan siswa, menghadiahi prestasi mereka dan dalam beberapa kasus, menurunkan biaya per murid.

“Kami harus menggunakan teknologi untuk memberdayakan guru dan memperbaiki cara murid belajar,” ujar Joel Klein, mantan kepala sekolah di New York yang kini memimpin program tablet pendidikan yang dilakukan perusahaan media News Corp. Teknologi pendidikan akan mengubah wajah pendidikan dengan membantu guru mengelola kelas dan menjadikan instruksi lebih personal,” imbuhnya.

News Corp memperkenalkan tablet Amplify, Rabu (6/3) di konferensi South by Southwest di Austin, Texas. Dengan harga US$299 atau sekitar Rp 2,9 juta, tablet berukuran 10 inci itu bekerja dengan sistem internet nirkabel (WiFi) di sekolah dan memiliki perangkat lunak supaya guru dapat mengawasi aktivitas masing-masing siswa, membuat survei dan menyediakan tes anonim untuk menguji pemahaman murid.

Namun, untuk memberi perangkat ini untuk setiap siswa bukan persoalan mudah. Beberapa waktu lalu, sekitar 2.000 sekolah sudah bermitra dengan Google menggunakan Chromebooks, dengan harga mulai US$199 atau sekitar Rp1,8 juta. Dan hasilnya kini 20 juta siswa dan guru di AS sudah menggunakannya.

Studi dari Pew Research Center mengenai Internet dan kehidupan di AS menemukan bahwa lebih dari 40% siswa atau guru menggunakan semacam tablet di kelas dalam proyek penulisan nasional mereka. Jumlah tersebut diperkirakan akan meningkat.

Sementara itu, lebih jauh jika kita tilik dari sistem pendidikan, (bersumber dari BBC), sistem pendidikan Indonesia menempati peringkat terendah di dunia. Berdasarkan tabel liga global yang diterbitkan oleh firma pendidikan Pearson, sistem pendidikan Indonesia berada di posisi terbawah bersama Meksiko dan Brasil. Tempat pertama dan kedua ditempati Finlandia dan Korea Selatan, sementara Inggris menempati posisi keenam.

Peringkat itu memadukan hasil tes internasional dan data, seperti tingkat kelulusan antara tahun 2006 dan 2010. Sir Michael Barber, penasihat pendidikan utama Pearson, mengatakan, peringkat disusun berdasarkan keberhasilan negara-negara memberikan status tinggi pada guru dan memiliki "budaya" pendidikan.

Perbandingan internasional dalam dunia pendidikan telah menjadi semakin penting dan tabel liga terbaru ini berdasarkan pada serangkaian hasil tes global yang dikombinasikan dengan ukuran sistem pendidikan, seperti jumlah orang yang dapat mengenyam pendidikan tingkat universitas.

Gambaran perpaduan itu meletakkan Inggris dalam posisi yang lebih kuat dibandingkan dengan tes Pisa dari Organisasi untuk Kerja Sama Ekonomi dan Pembangunan (OECD), yang juga merupakan salah satu tes dalam proses penyusunan peringkat. Pertimbangan-pertimbangan dalam peringkat ini diproduksi untuk Pearson oleh Economist Intelligence Unit.

Kompetisi global

Dua kekuatan utama pendidikan adalah Finlandia dan Korea Selatan, lalu diikuti oleh tiga negara di Asia, yaitu Hongkong, Jepang, dan Singapura.

Inggris yang dianggap sebagai sistem tunggal juga dinilai sebagai "di atas rata-rata", lebih baik daripada Belanda, Selandia Baru, Kanada, dan Irlandia. Keempat negara itu juga berada di atas kelompok peringkat menengah termasuk Amerika Serikat, Jerman, dan Perancis.

Perbandingan ini diambil berdasarkan tes yang dilakukan setiap tiga atau empat tahun di berbagai bidang, termasuk matematika, sains, dan kesusasteraan serta memberikan sebuah gambaran yang semakin menurun dalam beberapa tahun terakhir. Akan tetapi, tujuan utamanya adalah memberikan pandangan multidimensi dari pencapaian di dunia pendidikan dan menciptakan sebuah bank data yang akan diperbaharui dalam sebuah proyek Pearson bernama Learning Curve.

Melihat dari sistem pendidikan yang berhasil, studi itu menyimpulkan bahwa mengeluarkan biaya adalah hal penting, tetapi tidak sepenting memiliki budaya yang mendukung pendidikan. Studi itu mengatakan, biaya adalah ukuran yang mudah, tetapi dampak yang lebih kompleks adalah perilaku masyarakat terhadap pendidikan, hal itu dapat membuat perbedaan besar.

Kesuksesan negara-negara Asia dalam peringkat ini merefleksikan nilai tinggi pendidikan dan pengharapan orangtua. Hal ini dapat menjadi faktor utama ketika keluarga bermigrasi ke negara lain, kata Pearson.

Ada banyak perbedaan di antara kedua negara teratas, yaitu Finlandia dan Korea Selatan, menurut laporan itu, tetapi faktor yang sama adalah keyakinan terhadap kepercayaan sosial atas pentingnya pendidikan dan "tujuan moral".

Kualitas guru

Laporan itu juga menekankan pentingnya guru berkualitas tinggi dan perlunya mencari cara untuk merekrut staf terbaik. Hal ini meliputi status dan rasa hormat serta besaran gaji.

Peringkat itu menunjukkan bahwa tidak ada rantai penghubung jelas antara gaji tinggi dan performa yang lebih baik. Dan ada pula konsekuensi ekonomi langsung atas sistem pendidikan performa tinggi atau rendah, kata studi itu, terutama di ekonomi berbasis keterampilan dan global. Namun, tidak ada keterangan yang jelas mengenai pengaruh manajemen sekolah dengan peringkat pendidikan.

Peringkat untuk tingkat sekolah menunjukkan bahwa Finlandia dan Korea Selatan memiliki pilihan tingkat sekolah terendah. Namun, Singapura yang merupakan negara dengan performa tinggi memiliki tingkat tertinggi.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar